Ingatkah Anda saat mobil otonom masih berupa ide dan menjadi topik hangat di dunia otomotif?
Namun, ketika mobil otonom atau mobil tanpa pengemudi ini diuji oleh berbagai raksasa otomotif, keamanannya justru menjadi faktor yang dipertanyakan.
Meskipun data menunjukkan bahwa mobil tanpa pengemudi jauh lebih aman daripada mobil yang dikemudikan manusia, konsumen di seluruh dunia merasa tidak aman saat mengendarai kendaraan otonom.
Diperkirakan terdapat lebih dari 40.000 kecelakaan lalu lintas fatal yang terjadi di jalan raya AS pada tahun 2017, tetapi dari jumlah tersebut, 90% disebabkan oleh kesalahan manusia.
Menurut laporan, lebih dari separuh warga Amerika berpendapat bahwa mobil otonom lebih tidak aman daripada mobil konvensional.
Selain itu, setelah dua insiden fatal yang melibatkan mobil tanpa pengemudi, spekulasi dan skeptisisme tentang mobil-mobil ini semakin meningkat.
Pada tahun 2016, sebuah mobil Tesla yang menggunakan autopilot tertabrak truk dan mengakibatkan kematian pengemudinya. Di sini, kita harus memahami bahwa autopilot Tesla digunakan untuk membantu pengemudi agar mendapatkan pengalaman berkendara yang lebih baik, dan bukan untuk sepenuhnya menyerahkan kendali kendaraan kepada pengemudi.
Pada tahun 2018, uji coba mobil otonom Uber terbukti berakibat fatal bagi seorang pejalan kaki berusia 49 tahun.
Meskipun kecelakaan ini terjadi pada mobil otonom, berdasarkan penyelidikan, tampaknya kecelakaan tersebut sebagian disebabkan oleh kesalahan manusia.
Kabar buruk bagi para investor.
Fakta-fakta ini jelas menunjukkan bahwa dalam hal membeli mobil tanpa pengemudi, konsumen bersedia untuk tidak waspada.
Ini adalah kabar buruk bagi perusahaan-perusahaan yang telah berinvestasi besar-besaran di sektor otomotif ini.
Namun, jika masyarakat terbiasa dengan teknologi baru ini, jumlah kendaraan tanpa pengemudi di jalan raya bisa meningkat.
Siapa yang harus disalahkan?
Pertanyaan ini tentu sulit dijawab karena sepenuhnya bergantung pada keadaan.
Meskipun sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh kesalahan manusia, faktor-faktor seperti kondisi cuaca ekstrem dan cara lain juga berperan.
Perilaku pengemudi manusia, seperti melanggar peraturan lalu lintas, dan lain sebagainya, sebenarnya menjadi masalah.
Berdasarkan data, meskipun terdapat 38 kecelakaan yang terjadi dengan mobil otonom, selain satu kasus tersebut, semua kecelakaan lainnya disebabkan oleh kesalahan manusia.
Apakah jalan raya kita siap untuk kendaraan otonom?
Sangat penting untuk mempersiapkan jalan kita terlebih dahulu untuk kendaraan otonom sebelum mulai mengemudikan atau meningkatkan kesadaran tentang hal itu.
Di tempat-tempat dengan jumlah kendaraan yang dikemudikan manusia, pejalan kaki, dan pesepeda yang meningkat, mengemudi menggunakan kendaraan tanpa pengemudi bisa menjadi tantangan yang cukup besar.
Kita tahu kecelakaan tidak dapat dicegah sepenuhnya, tetapi sampai batas tertentu mendeteksi penyebabnya dan menghindarinya mungkin dapat dilakukan. Bahkan di tengah perdebatan ini, konsep mobil tanpa pengemudi masih memicu kegembiraan dan imajinasi, sehingga meningkatkan harapan akan lebih banyak mobil semacam itu di jalan raya.