Ban merupakan salah satu aset termahal dalam armada Anda, oleh karena itu, ban layak mendapatkan perawatan proaktif. Penanganan ban yang tidak efektif dapat menghambat kelancaran operasional armada. Jika Anda mencari cara untuk mengurangi biaya operasional armada, maka sistem manajemen ban adalah jawabannya!
Apa itu TMS?
Sistem Manajemen Ban (TMS) membantu pengemudi dan pemilik armada mendapatkan wawasan tentang metrik ban secara real-time seperti tekanan dan suhu ban. Terlebih lagi, sistem ini dapat membantu mengoptimalkan kinerja dan jarak tempuh armada. Sebagian besar sistem manajemen ban melibatkan katup dan sensor serta mengukur metrik ban secara langsung atau tidak langsung (secara tidak langsung melalui kecepatan roda atau ABS). Jika ban dengan tekanan rendah terdeteksi, TMS akan memberi peringatan kepada pengemudi. Dengan demikian, memberdayakan pengemudi dan manajer armada untuk mengambil tindakan korektif. Kecelakaan fatal dapat dihindari dan efisiensi bahan bakar dapat ditingkatkan dengan menggunakan TMS.
Tantangan yang dihadapi sebelum menerapkan TMS
Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) AS memperkirakan 660 kematian dan 33.000 cedera setiap tahunnya akibat kecelakaan yang berhubungan dengan tekanan ban. Di sini, nyawa dan keselamatan pengemudi, karyawan, atau orang yang Anda cintai dipertaruhkan. Tanpa TMS (Sistem Pemantauan Tekanan Ban), manajer armada atau pengemudi tidak dapat mengetahui apakah kendaraan tersebut aman untuk dikendarai.
Selain itu, biaya perbaikan ban atau armada yang mahal setelah kecelakaan berdampak negatif terhadap efektivitas biaya bisnis pengangkutan barang. Tanpa solusi yang dinamis dan layak, manajer armada tidak memiliki wawasan tentang tekanan ban, suhu, inventaris, alokasi ban, jumlah mil yang ditempuh oleh satu set ban, biaya ban per mil, atau tanggal perawatan ban yang akan datang.
Selain itu, ban yang kurang angin dapat menyebabkan konsumsi bahan bakar yang buruk. Artinya, ban yang tidak diperiksa dapat merugikan Anda lebih dari yang Anda kira! Ban yang kurang angin dapat menurunkan efisiensi bahan bakar hingga 0,3% untuk setiap penurunan 1 psi (pound-force per square inch) pada keempat ban. DOE (Departemen Energi, AS) memperkirakan bahwa 3,56 juta galon Sejumlah besar bensin terbuang setiap hari karena ban yang tidak dipompa dengan benar.
Manfaat Sistem Manajemen Ban
Dengan TMS, manajer armada dapat mengelola inventaris ban dan memetakan siklus hidup ban—dari hari pemasangannya hingga saat pembuangan. Dengan laporan dan peringatan yang tepat waktu, ketidaknormalan tekanan & suhu ban dapat diidentifikasi. Pemilik armada dapat memeriksa ban melalui portal dan mengidentifikasi apakah ban mereka perlu diperbaiki atau tidak.
1. Meningkatkan efisiensi armada dan kinerja armada Anda
TMS membantu dalam pemantauan tekanan dan suhu ban sekaligus mencegah keausan ban dini. Ini memastikan penghematan bahan bakar yang lebih baik. Jarak tempuh per liter bahan bakar dapat ditingkatkan sekitar 3,3% dengan menjaga tekanan ban pada tingkat yang tepat.
2. Membantu Anda tetap mendapatkan informasi terkini
Hilangkan spekulasi terkait ban dengan TMS. Bergantung pada ukuran dan jarak tempuh, Anda dapat merencanakan jadwal perawatan dan memperpanjang umur ban Anda. Peringatan dan notifikasi yang dipicu GPS membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik untuk armada Anda serta ban Anda.
3. Mengurangi Total Biaya Kepemilikan (TCO)
Sistem TPMS yang diterapkan dengan baik mencegah waktu henti yang tidak direncanakan dengan membantu Anda tetap mengikuti jadwal perawatan. Ini berarti Anda akan mengurangi biaya ban dan penggantiannya—secara signifikan menurunkan biaya transportasi Anda secara keseluruhan.
4. Memelihara Inventaris Ban dan TMS
TPMS menghasilkan laporan per poros ban armada Anda dengan detail mengenai pemasangan dan jarak tempuh—sehingga Anda dapat merencanakan pengadaan inventaris. Anda juga dapat memperoleh wawasan tentang kondisi ban dan mempertimbangkannya untuk perbaikan, perawatan, atau penggantian.
5. Meningkatkan Keamanan
Ban yang kurang atau terlalu banyak angin bisa berbahaya. Mengemudi dengan ban yang kurang angin berisiko karena bisa meledak dan Anda bisa kehilangan kendali atas kendaraan Anda. Ban yang aus bisa selip jika salju atau hujan deras. Kecelakaan fatal akibat ban yang buruk dapat dihilangkan—dengan TMS!
Kesimpulan
Alasan utama mengapa organisasi menerapkan sistem pemantauan ban Masalahnya adalah pengelolaan inventaris ban secara manual menjadi sulit setelah mencapai tingkat tertentu. Informasi penting seperti jarak tempuh kendaraan setelah alokasi ban, posisi ban, atau tanggal perawatan menjadi sulit untuk dicatat. Tanpa sistem yang tepat, mengetahui ban mana yang telah diganti atau divulkanisir ulang sulit dipantau. Akibatnya, sulit untuk mengidentifikasi uang yang dihabiskan untuk pengeluaran terkait ban.
Seiring dengan pertumbuhan bisnis armada Anda, pengeluaran bahan bakar dan ban akan meningkat secara eksponensial. Untuk mendapatkan ROI yang lebih tinggi dan mengurangi kerugian, Anda perlu mencari cara untuk mengelola biaya ban secara efisien. Ban yang dipompa dengan benar dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan jarak tempuh. Ini dapat membantu menurunkan biaya perawatan Anda. Tetapi memasang TMS (Sistem Manajemen Tekanan Ban) bukan hanya tentang bisnis. Ini tentang memastikan keselamatan pengemudi Anda. Ban yang kurang atau terlalu banyak tekanan menimbulkan risiko keselamatan di jalan. Hindari hal tersebut dengan sistem manajemen tekanan ban.